26 Februari 2016
WORKSHOP AKTING
26 Februari 2016, bertempat di Ruangan D-503 Universitas Pelita Harapan, Manna Proxia Theatre bekerja sama dengan Panitia Dunia Maia menyelenggarakan Workshop “Akting Sebagai Peradaban” oleh Yayu A.W Unru.

wa

 

Yayu A.W Unru merupakan aktor senior Indonesia. Lulusan Seni Pemeranan Institut Kesenian  Jakarta ini telah mengikuti proses teater dengan Sardono W. Kusumo di Bali, Solo dan Swiss (1988). Beliau juga pemain dan sutradara di Sena Didi Mime, grup Pantomime yang dibuat oleh Alm. Didi Petet dan Alm. Sena Utoyo. Talentanya di bidang pantomime, membuatnya sebagai International Mime Performer di berbagai festival seni di Eropa. Tidak hanya di panggung, ada puluhan film yang dimainkan oleh Yayu A.W Unru. Di tahun 2014, ia dipercaya menjadi peraih Piala Citra sebagai pemeran Pembantu Pria Terbaik (Film Tabula Rasa) Festival Film Indonesia.

Dalam workshop ini, Yayu A.W Unru mengkritik pendidikan tubuh di Indonesia. Budaya Indonesia membuat tubuh menjadi tegang dan kurang bisa dieksplorasi. Kerapkali budaya membelenggu tubuh sebagai media ekspresi aktor. Penggunaan tangan kanan dan kiri misalnya. Orang menjadi tidak akrab dengan tangan kiri, karena stigma negatif yang diberikan oleh budaya kepada tangan kiri. “Ada ketegangan di tubuh manusia Indonesia karena budaya”, seru Om Yayu. Aktor membutuhkan tubuh yang kuat, bertenaga, berkembang dalam proporsi yang baik, bagus bangunnya, tapi tanpa keberlebihan yang tidak wajar.

 

Tujuan workshop ini adalah memperlengkapi para pemain Dunia Maia Musikal dengan pengetahuan Akting yang tepat. Workshop Akting Sebagai Peradaban berlangsung intensif selama tiga jam. Tampak para peserta antusias mengikuti workshop tersebut yang dibawakan dengan gaya komunikatif.

 

GATEWAY UNTUK
SHARE