07 Agustus 2017
SL Partners Gathering Pererat Relasi UPH dengan Mitra Pelayanan
Untuk memperkuat hubungan antara UPH dengan mitra dalam melakukan service learning, Departemen Student Life kembali mengadakan Service Learning (SL) Partners Gathering pada 18 Mei 2017 di ruang MYC MPR UPH Karawaci.
Foto Bersama Para Mitra Service Learning bersama Perwakilan Student Life UPH
 

Untuk memperkuat hubungan antara UPH dengan mitra dalam melakukan service learning, Departemen  Student  Life kembali mengadakan Service Learning (SL) Partners Gathering pada 18 Mei 2017 di ruang MYC MPR UPH Karawaci.

 

Service Learning Partners Gathering tahun ini dihadiri kurang lebih 40 mitra yang berasal dari sekolah, Bimbingan Belajar, Komunitas Sosial seperti yayasan, panti asuhan, panti werdha, dan NGO (Non-Government Organization). Tentunya selain memperkuat hubungan, acara ini diharapkan juga menjadi ruang komunikasi untuk melihat peluang kerjasama baru dan pengembangan pelayanan kedepannya.

 

Dalam acara ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Curtis Jay Taylor kembali mengingatkan latar belakang dibutuhkannya Service Learning dalam proses pembelajaran mahasiswa. Mengingat mahasiswa UPH kemungkinan belum pernah merasakan bagaimana itu dilayani secara nyata, dan juga mungkin belum pernah melayani keluar.

 

curtis_on_SLPG.jpg

“Melalui program Service Learning, mahasiswa diharapkan mampu melayani sesamanya, dengan memiliki kepekaan terhadap realita yang ada. Untuk itulah kami memerlukan bantuan  para mitra untuk mengajarkan mahasiswa kami bagaimana melayani. Kalian dapat membantu memberi masukkan terhadap apa yang sudah direncanakan mahasiswa kami, memberi pengembangan, saran, dan ini yang disebut sebagai proses pembelajaran. Sesuai dengan moto Service LearningUPH: 100% melayani 100% belajar,” ungkap Curtis

                              Curtis Jay Taylor
 
Lebih lanjut lagi, Dosen Pendamping Fakultas Liberal Arts Hendra Thamrindinata, S.Si., M.Div., menyatakan bahwa kegiatan Service Learning merupakan cara efektif menggugah kesadaran para mahasiswa untuk peduli dengan sesama.
 
Hendra_SLPG.jpg “Ketika para mahasiswa mengumpulkan hasil refleksi mereka selama melakukan service learning, kami menyadari bahwa paling tidak mata kuliah service learning mampu mendorong mahasiswa untuk peduli, memahami seperti apa realita yang ada. Mereka melihat kondisi masyarakat yang belum pernah mereka hadapi.  Dengan ini kami berharap nantinya ketika mereka menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing, mereka akan tetap memiliki orientasi untuk peduli pada keadaan masyarakat,” jelas Hendra.
                           Hendra Thamrindinata

Adapun tujuan akhir dari mata kuliah Service Learning, menurut Andry M. Panjaitan, Direktur Student Life yang juga dosen  Leadership di UPH, adalah membentuk mahasiswa menjadi seorang pemimpin dengan nilai-nilai kebenaran kekristenan, yaitu seorang pemimpin yang mau melayani dan berdampak. Dan hal ini tidak dapat dicapai melalui teori tapi dengan praktek yang dilakukan pada mata kuliah Service Learning. 

 
andry_slpg.jpg                             Andry M. Panjaitan
 
 

Dalam acara ini juga Manager Student Life M. Kusuma Wardhani, kembali menjelaskan mengenai mata kuliah Service Learning kepada para mitra, agar dapat menyamakan visi dan tujuan yang ingin dicapai. Dhani juga mengajak para mitra untuk menuliskan pada form bentuk pelayanan dan kebutuhan dari masing –masing institusi yang nantinya akan diserahkan kepada fakultas untuk ditawarkan kepada mahasiswa yang akan melakukan projek Service Learning. (mt)

 wardhani_slpg.jpg
                             Kusuma Wardhani
 
Sumber: (www.uph.edu) UPH Media Relations
 
GATEWAY UNTUK
SHARE