STUDENT LIFE COFFEE TALK #1 : “Personal Branding: Likes VS. Impact”

Posted on

STUDENT LIFE COFFEE TALK #1 : “Personal Branding: Likes VS. Impact”

Departemen Student Life UPH bersama Maxx Coffee Books and Beyond telah menyelenggarakan acara “Coffee Talk”yang pertama pada hari Kamis, 8 Agustus 2019. Acara ini menghadirkan Albert Palit sebagai pembicara tunggal yang merupakan Creative Ecommerce Consultant of ABE Corp. dan Satelite Leader of Fuse Jakarta. Acara Student Life Coffee Talk kali ini mengangkat topik “Personal Branding : Likes VS. Impact”. Dimana sesi ini membahas mengenai cara membangun Personal Brand yang kuat dan kredible khususnya di media sosial. Hal ini dikarenakan, menurut penelitian 70% perekrut memeriksa media sosial kandidat dan menjadikannya sebagai salah satu faktor penentu dalam merekrut pekerja. 

Albert Palit memulai Coffee Talk ini dengan sebuah pengenalan diri singkat beserta awal mula karirnya yang langsung di bidang retail company, dimana Ia bekerja di salah satu retail company terbesar untuk mendapatkan pembelajaran inset mengenai apa itu retail khususnya di Indonesia. Sampai suatu waktu dia mempunyai sebuah gambaran bahwa dunia retail itu sudah mulai berkembang ke ranah online atau digital dan dari sini mulai muncul yang namanya ecommerce. Dan hal yang paling penting dalam ecommerce adalah marketing, disana Albert bekerja sebagai spesialis operating, marketing, merchandising, dan management. Selain itu, Ia juga pernah menjadi head of campaign creativenya matahari store.com serta menjadi general manager dari RPX dan Fedex. Sekarang ini Ia telah mempunyai satu  perusahaan sendiri yang dinamakan ABE corp. Perusahaan yang berkembang di bidang digital transformation specialist. Dimana dalam perusahaan benar-benar membicarakan bagaimana era digital atau online ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uang dan juga dapat menjadi berkat bagi sesama. Albert Palit memiliki sebuah signature call yaitu Handsome ABE dan mempunyai tiga prinsip dalam hidupnya yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang yaitu love it, enjoy it, and be grateful. Prinsip ini selalu Ia pegang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan karir atau pekerjaan.

Coffee talk di awali dengan membicarakan perbedaan Likes vs Impact. Dimana materi ini diibaratkan dengan motivasi apa yang mendorong masyarakat dalam memposting feeds instagram. Para peserta diajak untuk memilih antara hanya ingin mendapatkan banyak likes atau dapat menjadi dampak untuk sesama. Dilanjutkan dengan membicarakan Social media user behavior. Dibagi dalam tiga kategori yaitu menghabiskan waktu satu sampai satu setengah jam untuk streamer musik, untuk menghabiskan dalam social media yaitu 2 sampai 3 jam sosial media, dan rata-rata menonton TV sudah menurun sehingga dunia online ini sudah mulai menguasai masyarakat.   Dalam coffee talk ini, Albert juga membahas beberapa peristiwa ataupun kasus yang sebelumnya pernah viral ataupun sedang viral di social media seperti berita meinggalnya Ibu Ani dimana semasa hidupnya social media beliau banyak dibully netizen dan ketika beliau wafat, postingan – postingan tersebut malah menjadi peninggalan terakhir Ibu Ani. dan kasus Audrey yang menekankan bahwa tidak semua yang dilihat itu benar. Hal ini disampaikan untuk mengingatkan masyarakat khususnya para peserta untuk bijak dan menjadi diri sendiri tetapi kearah yang positif.

Social Media itu sendiri merupakan wadah untuk Create and Share untuk berpartisipasi dalam social networking di suatu komunitas. Dimana fungsi networking sendiri untuk mencari informasi, menyebar informasi, dan dapat menjadi lahan bisnis yaitu berjualan. Dilanjutkan dengan membahas Influencer yang merupakan seseorang yang dapat memberikan timeless impact dan mempunyai kuasa untuk mempengaruhi orang lain. Materi ini disampaikan untuk mengajak masyarakat agar bijak memposting dalam social media sehingga dapat menjadi influencer baik bagi banyak orang.

Albert Palit juga membagikan ilmu mengenai How to make good content, yaitu dengan cara membuat content pillar atau hal atau topik apa yang ingin disampaikan dalam masing-masing social media, content plan yaitu membuat kalender aktivitas secara bulanan, mingguan, ataupun harian, terakhir adalah how to make creative brief atau dokumen yang digunakan oleh profesional dan agensi kreatif untuk mengembangkan hasil kreatif. Sekarang ini masyarakat bebas berpendapat mengenai apa saja, dengan motivasi yang beragam entah untuk mendapatkan views atau menghancurkan karir orang, ataupun alasan lainnya. Albert mengangkat beberapa kasus seperti Captain Vincent, Awkarin, Caesar dan Atta sebagai contoh postingan-postingan yang dapat memberikan dampak atau impact. Hal viral seperti World record egg yang mendapat jumlah likes terbanyak di Instagram yang menjadi contoh hanya mengejar likes dan bukan dampak.

Diakhir Coffee Talk, Albert ingin menekankan agar kita menggunakan sosial media sebagai sarana untuk menginformasi, mengedukasi, menginspirasi dan pastikan semua sosial media kita untuk menjadi berkat bagi diri sendiri dan masyarakat yang membaca lalu ditutup dengan sesi tanya jawab.

Student Life
Author

X